Mama tidak menjalani hidupnya sendirian. Ada keluarga, saudara, sahabat, tetangga, dan begitu banyak orang baik yang pernah hadir dan mewarnai hari-harinya.
Kepada Uwa-Uwa, Bibi, keluarga besar, sahabat-sahabat Mama, serta semua yang pernah menjadi bagian dari hidup Mama — terima kasih.
Terima kasih telah menyayangi Mama dengan caranya masing-masing. Terima kasih untuk setiap pertemanan, percakapan, tawa, bantuan, dan kenangan yang pernah kalian bagi bersamanya.
Terima kasih terutama kepada mereka yang tetap berada di sisi Mama ketika kesehatannya mulai menurun; yang datang menjenguk, bertanya kabar, membantu, menemani, mendoakan, dan menguatkan Mama serta kami sekeluarga.
Ketika Mama akhirnya berpulang, kebaikan itu tidak berhenti. Kalian masih datang, membantu kami melewati hari-hari yang begitu berat, menemani hingga tujuh harian, dan kembali membersamai kami sampai empat puluh harian Mama.
Di tengah kehilangan yang begitu besar, kehadiran kalian membuat kami menyadari satu hal: Mama ternyata meninggalkan begitu banyak hubungan baik dan begitu banyak orang yang menyayanginya.
Kami mungkin tidak akan pernah mampu membalas satu per satu semua kebaikan itu. Semoga Allah membalas setiap waktu, tenaga, doa, perhatian, dan kasih yang pernah diberikan kepada Mama dan kepada keluarga kami.
Dan meskipun Mama sudah tidak lagi bersama kita, kami berharap hubungan yang pernah terjalin melalui Mama tidak ikut pergi bersamanya.
Semoga silaturahmi ini tetap hidup. Semoga suatu hari nanti, ketika nama Mama kembali disebut dalam sebuah percakapan, kita masih bisa tersenyum dan mengenangnya bersama.
Dari kami, anak-anak dan keluarga Mama,
terima kasih telah menjadi bagian dari hidup Mama. 🤍