Untuk Mama

Untuk Kenangan Tersayang

Potret Mama

Dalam Kenangan Tercinta
Mama Kami

Komariah binti H. Jamhur

28 Juli 1974 — 18 Agustus 2026

Selalu dicinta, selalu dikenang.

sedikit tentang

Kisahnya

Mama punya caranya sendiri dalam menyayangi kami. Kadang bukan lewat pelukan atau kata-kata panjang, tetapi lewat apa yang ia lakukan.

Ia memikirkan apa yang akan kami makan, apa yang perlu dibawa, apa yang mungkin kami butuhkan. Banyak hal yang dulu kami terima begitu saja karena kami pikir Mama akan selalu ada untuk melakukannya lagi besok.

Ternyata justru hal-hal itulah yang sekarang paling kami rindukan.

"Bagi dunia, ia hanyalah satu orang.
Bagi kami, ia adalah rumah."

kepingan kecil

Hal-Hal Kecil yang Kami Rindukan

cara Mama…

…tak pernah bosan mengingatkan kami untuk salat, termasuk menyempatkan salat sunnah di tengah keseharian.

yang paling ia suka saat hari-hari terakhirnya

Teh hangat, anggur hijau, gorengan singkong, ubi cilembu, dan Jus Jambu

caranya menjaga kami…

…selalu mengusahakan rumah tetap terurus dan segala sesuatu tersedia untuk kami, bahkan ketika tenaganya tak lagi seperti dulu.

yang baru kami tahu setelah Mama tiada…

…ternyata begitu banyak kebaikan yang Mama lakukan diam-diam—menolong, bersedekah, dan menanam amal yang manfaatnya terus mengalir, tanpa pernah merasa perlu menceritakannya kepada kami.

geser untuk melihat lebih banyak →

bergerak, bersuara

Video Kenangan

Beberapa detik Mama, yang selalu ingin kami putar ulang.

Untuk Mama,

Masih begitu banyak yang ingin kami ceritakan padamu. Tentang hari-hari kami, tentang hal kecil yang membuat kami teringat Mama, tentang betapa sepinya rumah tanpa suara Mama di pagi hari.

Sampai kita bertemu lagi, kami akan terus menyayangimu — dengan segala cara yang masih bisa kami lakukan.

Dengan segenap cinta,
Papa dan anak-anak Mama. 🤍

untuk yang hadir

Untuk Mereka yang Hadir dalam Hidup Mama

Mama tidak menjalani hidupnya sendirian. Ada keluarga, saudara, sahabat, tetangga, dan begitu banyak orang baik yang pernah hadir dan mewarnai hari-harinya.

Kepada Uwa-Uwa, Bibi, keluarga besar, sahabat-sahabat Mama, serta semua yang pernah menjadi bagian dari hidup Mama — terima kasih.

Terima kasih telah menyayangi Mama dengan caranya masing-masing. Terima kasih untuk setiap pertemanan, percakapan, tawa, bantuan, dan kenangan yang pernah kalian bagi bersamanya.

Terima kasih terutama kepada mereka yang tetap berada di sisi Mama ketika kesehatannya mulai menurun; yang datang menjenguk, bertanya kabar, membantu, menemani, mendoakan, dan menguatkan Mama serta kami sekeluarga.

Ketika Mama akhirnya berpulang, kebaikan itu tidak berhenti. Kalian masih datang, membantu kami melewati hari-hari yang begitu berat, menemani hingga tujuh harian, dan kembali membersamai kami sampai empat puluh harian Mama.

Di tengah kehilangan yang begitu besar, kehadiran kalian membuat kami menyadari satu hal: Mama ternyata meninggalkan begitu banyak hubungan baik dan begitu banyak orang yang menyayanginya.

Kami mungkin tidak akan pernah mampu membalas satu per satu semua kebaikan itu. Semoga Allah membalas setiap waktu, tenaga, doa, perhatian, dan kasih yang pernah diberikan kepada Mama dan kepada keluarga kami.

Dan meskipun Mama sudah tidak lagi bersama kita, kami berharap hubungan yang pernah terjalin melalui Mama tidak ikut pergi bersamanya.

Semoga silaturahmi ini tetap hidup. Semoga suatu hari nanti, ketika nama Mama kembali disebut dalam sebuah percakapan, kita masih bisa tersenyum dan mengenangnya bersama.

Dari kami, anak-anak dan keluarga Mama,
terima kasih telah menjadi bagian dari hidup Mama. 🤍

doa kami
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا
وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Allahummaghfir laha warhamha
wa 'afiha wa'fu 'anha.

"Ya Allah, ampunilah Mama, rahmatilah ia, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah ia."

Al-Fatihah

selamat tinggal, untuk sekarang

Ia sudah tidak lagi di sana,
namun ia akan selalu menjadi bagian dari siapa kami.

Komariah binti H. Jamhur

Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas segala salah dan khilaf Mama semasa hidup, baik yang disengaja maupun tidak. Jika pernah ada perkataan atau perbuatannya yang meninggalkan luka, mohon bukakan pintu maaf untuk Mama kami.

Mohon sertakan Mama kami dalam doa-doamu. 🤍